Oleh: orihime88 | Desember 31, 2008

Stop Menghardik Orangtua!!

Orang tua adalah orang yang berjasa dalam hidup kita.

Islam memerintahkan agar selalu menghormatinya, jangan pernah mengatakan “ah”, karena itu dimurkai Allah.

KALAU KITA DISURUH menulis dan menghitung jasa-jasa orang tua terhadap kita, barangkali tak akan cukup satu kotak tinta untuk menulisnya, dan tak akan cukup jari jemari kita untuk menghitung besarnya jas ayang telah mereka berikan kepada kita. Subhanallah, sungguh besar pengorbanan yang telah mereka berikan kepada kita.

Ayah dan Ibu adalh dua sosok manusia yang wajib untuk kita sayangi dan hormati, bukan semata karena perintah Allah SWT, tetapi karena jasa-jasa dan kasih sayang mereka yang telah membimbing kita untuk berbakti kepada keduanya. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduantya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam peliharaanmu, maka jangn sekali-kali kamu mengatakan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “ Wahai Tuhanku, kasihanilah keduanya sebagaimana keduanya telah mndidik aku waktu kecil.” Rasulullah SAW selalu berpesan agar tidak menyia-nyiakan orang tua dan rawatlah keduanya dengan baik.

Pernah suatu ketika dating seseorang menghadap Rasulullah dan menyatakan suatu keinginannya untuk ikut dalam jihad. Ketika itu Rasulullah bertanya kepadanya, “Apakah ibu bapakmu masih ada?” Orang tersebut menjawab : “Ya”, Nabipun bersabda,” berjihadlah untuk keselamatan keduanya.” Peristiwa tersebut menunjukan betapa islam sangat menghormati kedudukan orang tua. Ridho orang tua lebih diutamakan dari pada pergi berjihad. Dan mengurusi orang tua lebih penting daripada pergi berjihad tanpa memperoleh ijinnya. Begitu indah isalm menempatkan kedudukan orang tua terhadap anak-anaknya. Karena itu, Islam tidak hanya menyuruh seorang anak menghormatinya ketika ia masih hidup, tetapi ketika sudah meninggal, Islam menyuruh kita untuk terus berbakti. Salah seorang sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah masih ada suatu kebaktian pada kedua orang tuaku sesudah mereka wafat?” Beliaupun menjawab,”Ya”, mendo’akannya, memohonkan ampunan baginya, mejalankan wasiatnya, menghormati kearabatnya, dan sahabat keduanya.” Allah menempatkan perintah berbuat baik kepada orang tua setelah perintah untuk menyembah Allah. Itu berarti bahwa hal ini adalah suatu keharusan atau kewajiban bagi seorang anak untuk menghormati, dan berbakti kepada orang tua.

Allah melarang seorang anak berbuat kasar dan tidak sopan kepada kedua orang tuanya. Berkata “ah” saja ketika orang tua memerintah, seorang anak mendapat murka dari Allah, sekarang jika jika anak hingga sampai menghardik orang tuanya, tentunya Allah akan jauh lebih murka kepada kita. Naudzubillahi mindzalik. Tentunya sebagai orang yang beriman, kita tidak menginginkan murka Allah pada diri kita. Sebab ketika Allah murka, berarti tidak akan ada lagi ruang untuk kita bergerak dengan bebas. Sebab, konsekuensi yang akan kita terima ketika Allah murka sangatlah berat menyangkut kehidupan dunia dan akherat kelak. Karena itu berusahalah untuk terus berbuat baik kepada orang tua, sebab ridla Allah tergantung pada keridlaan orang tua dan murka Allah itu disebabkan murka orang tua. Sebagaimana hadist dari Abdillah bin Amr bin Ash ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.”

Sumber : Majalah Muzakki edisi Syawal 1427 H / November 2006


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: